Terduga Teroris di Mabes Polri Disebut Lone Wolf Berdasarkan Hasil Penyelidikan
JAKARTA - Polri membantah informasi soal terduga teroris yang melakukan penyerangan di Mabes Polri berjumlah lebih dari satu orang. Sebab, dari hasil rangkaian penyelidikan sementara hanya ZA (25) yang diketahui melakukan penyerangan.
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menegaskan, ZA merupakan terduga teroris lone wolf atau orang yang melakukan aksi teror sendirian, tanpa adanya bantuan orang lain.
ZA yang masuk dalam kategori lone wolf itupun sesuai dengan pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Yang dijelaskan oleh bapak Kapolri kan jelas (teroris lone wolf)," ucap Komjen Agus kepada VOI, Kamis, 1 April.
Baca juga:
- Mengenal TKDN yang Bikin Jokowi Pecat Pejabat Pertamina
- Masih Impor Garam dari China dll dan Jokowi Bilang Produksi Belum Maksimal, Swasembada 2025 Hanyalah Omong Kosong
- Luhut: 2020 adalah Tahun Terakhir Indonesia Lakukan Impor
- Mendag Lutfi Sebut Harga Daging Sapi Bakal Naik: Gara-Gara Harga di Australia Sudah Mahal
Kapolri Jenderal Listyo Sigi Prabowo sebelumnya menyebut ZA berideologi ISIS. Hal ini diketahui berdasarkan postingan terakhir ZA di akun Instagram miliknya.
"Yang bersangkutan ini adalah tersangka atau pelaku lone wolf berideologi ISIS," kata Jenderal Listyo.
Dari penelusuran akun Instagram ZA, ditemukan postingan bendera ISIS.
"Yang bersangkutan memiliki Instagram baru dibuat atau pun diposting 21 jam lalu, di mana di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan bagaimana perjuangan jihad," sambung Listyo Sigit
Sebelumnya, seorang saksi mata bernama Ari yang merupakan juru parkir di sekitar Mabes Polri menyebut pelaku berjumlah dua orang. Satu perempuan dan satu lagi pria.
"Terorisnya dua, cowok-cewek. Nah yang mati cewek,” kata dia.