KPK OTT Bupati Penajam Paser Utara, Diduga Terkait Penerimaan Suap dan Gratifikasi
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron tak membantah Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Rabu, 12 Januari kemarin.
Dia bahkan menyebut tangkap tangan ini dilakukan karena adanya dugaan penerimaan suap dan gratifikasi. Hanya saja, Ghufron tak memerincinya lebih lanjut.
"Benar, KPK kemarin pada 12 Januari telah melakukan giat tangkap tangan terhadap penyelenggara negara di wilayah Penajam Paser Utara atas dugaan penerimaan suap dan gratifikasi," kata Ghufron kepada wartawan, Kamis, 13 Januari.
Baca juga:
- KPK Gelar OTT di Penajam Paser Utara, Bupati Abdul Gafur Mas'ud Ikut Terjaring
- Penajam Paser Utara Kaltim Lokasi Ibu Kota Negara Baru Banjir, Puluhan Rumah Terendam
- Aneh bin Ajaib! Rochmadi Saptogiri Pernah Terjerat OTT, Kenapa Hasil Auditnya Jadi Bukti Laporkan Ahok ke KPK?
- KPK Tegaskan, Ratusan OTT yang Dilakukan Selalu Terbukti 100 Persen di Persidangan
Ghufron mengatakan saat ini pihak yang terjaring operasi senyap tersebut tengah menjalani pemeriksaan. Dirinya mengatakan, KPK punya waktu 1x24 jam untuk mendalami lebih jauh perihal penerimaan yang dilakukan.
Sehingga, dia meminta seluruh masyarakat untuk bersabar karena para penyidik kini sedang bekerja. "Kami masih melakukan pemeriksaan selama 1x24 jam untuk memperjelas duduk perkaranya," ungkapnya.
"KPK minta masyarakat bersabar dan memberi kesempatan kepada tim untuk bekerja menyelidik kasus ini. (Informasi, red) selanjutnya nanti akan kami sampaikan secara lebih komprehensif," pungkas Ghufron.